Blog · Tips

Research Gap: Cara Identifikasi dari Literature dengan Cepat

Gap penelitian adalah pondasi Bab 1. Tanpa gap yang jelas, dospem nggak ACC. Strategi 4-langkah identifikasi gap dari 5-10 jurnal terdahulu.

Research gap adalah fondasi Bab 1 skripsi. Tanpa gap yang jelas, dospem akan tanya: "kenapa kamu meneliti ini, kalau udah banyak yang bahas?" Halaman ini ngerangkum strategi 4-langkah identifikasi research gap dari 5-10 jurnal terdahulu — pendekatan yang lebih sistematis daripada cuma intuisi.

Aturan utama: gap tidak ditemukan sebelum baca jurnal — gap muncul setelah kamu paham state of the art topikmu.

Apa itu research gap?

Research gap = kekosongan dalam literatur yang penelitianmu akan isi. Beda dari "topik yang belum diteliti" (yang sebenarnya selalu masih banyak yang udah teliti, hanya kamu belum tau).

4 jenis research gap:

  1. Empirical gap — temuan penelitian terdahulu inconsistent atau bertentangan
  2. Theoretical gap — teori yang ada tidak cukup menjelaskan fenomena
  3. Population gap — populasi tertentu belum diteliti secara mendalam
  4. Methodological gap — metode yang ada punya keterbatasan, butuh approach berbeda

Strategi 4-langkah identifikasi gap

Langkah 1: Baca 5-10 jurnal kunci di topikmu

Pilih jurnal yang:

  • 5 tahun terakhir
  • Indeks Scopus Q1-Q2 atau SINTA 1-3
  • Spesifik di topik atau variabel kamu

Baca fokus pada 3 bagian:

  • Latar belakang — bagaimana mereka justify topik
  • Future research (di akhir Bab 5) — gap yang mereka identify untuk diteliti selanjutnya
  • Limitations — keterbatasan studi mereka

Langkah 2: Catat dalam tabel sintesis

Format:

Penulis (Tahun)VariabelSampleTemuanLimitationsFuture Research
Sari (2022)X1, X2, Y200X1 berpengaruh, X2 nggakSample 1 kotaTambah variabel mediasi
Pratama (2023)X1, M, Y150M memediasi sebagianCross-sectionalLongitudinal

Setelah 5-10 entries, pola muncul otomatis.

Langkah 3: Identifikasi 3 jenis pola

Pola A: Inconsistent findings (empirical gap)

"Sari (2022) menemukan X berpengaruh, tapi Pratama (2023) menemukan tidak. Apa yang explain perbedaan ini?"

Gap: explore moderating variable yang menjelaskan inkonsistensi.

Pola B: Limited population (population gap)

"Mayoritas penelitian fokus pada Generasi Milenial. Generasi Z belum banyak diteliti."

Gap: extend ke populasi baru.

Pola C: Methodological limitation (methodological gap)

"Sebagian besar pakai cross-sectional. Belum ada yang longitudinal."

Gap: pakai metode yang lebih appropriate untuk pertanyaan.

Langkah 4: Rumuskan gap dalam latar belakang

Format paragraf gap di Bab 1:

Berdasarkan penelitian terdahulu, beberapa pola dapat diidentifikasi: (1) mayoritas penelitian fokus pada platform Instagram (Sari, 2022; Pratama, 2023); (2) belum ada yang mengkombinasikan TikTok dan live streaming commerce; (3) populasi penelitian umumnya Milenial, sedangkan Generasi Z belum banyak dieksplorasi. Gap ini menjadi posisi penelitian peneliti, dengan fokus pada kombinasi konten TikTok dan live streaming commerce pada Generasi Z di Jabodetabek.

Trik: gap harus eksplisit, bukan implisit. Sebut langsung apa yang belum diteliti.

Common mistakes saat identifikasi gap

1. Gap yang terlalu generic

❌ "Belum banyak penelitian tentang marketing" ✅ "Belum ada yang mengkombinasikan konten TikTok dan live streaming commerce pada Gen Z di Jabodetabek"

2. Gap yang nggak akurat

Kamu kira belum ada penelitian, ternyata banyak. Search lebih dalam — gunakan keyword Indonesia + English.

3. Gap yang terlalu kecil

"Penelitian ini di kota X belum ada" — gap geografis tanpa kontribusi teoritis. Tambahkan layer kontribusi (gabungkan dengan empirical/methodological gap).

4. Gap tanpa data pendukung

Statement "belum banyak" tanpa bukti. Sebut konkret — "dari 50 jurnal yang ditelaah, hanya 3 yang membahas X".

Tips dapat gap yang strong

Tips 1: Baca review papers

Review papers ringkas state of the art dari banyak penelitian. 1 review paper = clarity tentang gap yang muncul.

Tips 2: Cek future research di paper terkenal

Jurnal Q1 punya bagian future research di akhir. Banyak gap udah identified by experts — kamu tinggal pilih dan adapt.

Tips 3: Tanya ke Flapjack atau ChatGPT

Paste 3-5 abstract jurnal terdahulu. Tanya: "Apa research gap yang muncul dari kombinasi ini?" AI bantu identify pola yang kamu mungkin miss.

⚠️ Verifikasi sendiri — AI bisa miss konteks atau halusinasi gap yang sebenarnya udah diteliti.

Tips 4: Diskusi dengan dospem

Dospem yang aktif riset biasanya tau gap yang sedang trending di bidang. Tanya: "Pak/Bu, dari publikasi terbaru di topik X, gap apa yang menarik untuk diteliti?"

Contoh research gap yang strong (template)

Template 1: Empirical gap

"Penelitian terdahulu menunjukkan hasil inconsistent tentang pengaruh X terhadap Y. Sari (2022) menemukan pengaruh positif kuat, sementara Pratama (2023) tidak menemukan signifikansi. Inkonsistensi ini menunjukkan adanya potensi variabel mediasi/moderasi yang belum dieksplorasi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi peran [M/Z] dalam hubungan tersebut."

Template 2: Population gap

"Mayoritas penelitian tentang [topik] fokus pada [populasi A] (Sari, 2022; Pratama, 2023; Wibowo, 2024). Padahal, [populasi B] memiliki karakteristik unik yang berbeda (data konkret pendukung). Gap pada eksplorasi populasi B menjadi fokus penelitian ini."

Template 3: Methodological gap

"Sebagian besar penelitian terdahulu pakai pendekatan cross-sectional yang tidak menangkap dinamika [variabel] over time (Sari, 2022; Pratama, 2023). Penelitian ini mengisi gap tersebut dengan pendekatan longitudinal selama [periode]."

Mau Flapjack bantu identify gap?

Chat di WhatsApp. Paste 3-5 abstrak jurnal yang udah kamu baca. Flapjack bantu identify pola + suggest gap yang strong untuk topikmu.

Lihat juga: pillar metode penelitian, cara menulis Bab 1, cara cepat baca jurnal akademik.