Cara Mencari Referensi Jurnal untuk Skripsi

Cara Mencari Jurnal Scopus untuk Referensi Skripsi

Akses Scopus via kampus, baca metrik sitasi, dan pastikan jurnal masih aktif terindeks.

Scopus adalah database komersial milik Elsevier — standar emas untuk jurnal internasional. Skripsi yang punya 5-10 referensi terindeks Scopus keliatan jauh lebih kredibel dibanding skripsi yang cuma pakai Google Scholar mentah-mentah. Halaman ini ngerangkum cara akses (gratis via kampus), metrik kualitas (Q1-Q4), dan strategi pencarian.

Catatan: Scopus berbayar. Untuk mahasiswa, akses biasanya via library kampus. Cek apakah kampusmu sudah subscribe.

Cara akses Scopus

Via kampus (paling umum)

  1. Cek website library kampusmu — apakah ada akses Scopus
  2. Buka VPN kampus (kalau di luar kampus)
  3. Akses via scopus.com → otomatis login via institusi

Via dosen pembimbing

Dospem mungkin punya akun pribadi (umumnya dari kampusnya). Boleh tanya untuk akses temporary.

Via free trial

Scopus kasih 7-14 hari trial untuk pengguna baru. Bisa dipakai untuk explore jurnal target sebelum subscribe via kampus.

Quartile (Q1-Q4): peringkat jurnal di Scopus

Scopus mengelompokkan jurnal jadi 4 quartile berdasarkan CiteScore:

QuartileStandarUse case skripsi
Q1Top 25%Sumber utama, sangat kredibel
Q226-50%Sumber utama yang solid
Q351-75%Sumber pendukung yang reasonable
Q4Bottom 25%Hindari sebagai sumber utama

Rekomendasi: prioritaskan jurnal Q1-Q2 untuk skripsi sarjana. Q3 boleh, tapi pastikan relevan.

Cara cek Quartile

  1. Buka Scimago Journal Rank (SJR) — gratis, mirror data Scopus
  2. Search nama jurnal
  3. Lihat Quartile di samping subject category

Atau di Scopus langsung: search jurnal → klik tab "Sources" → lihat metrik.

Metrik kualitas penting di Scopus

CiteScore

Rata-rata sitasi per artikel dalam 3 tahun terakhir. Semakin tinggi semakin kredibel.

h-index (jurnal)

Jumlah artikel jurnal yang punya minimal h sitasi. Misal h-index = 50 → ada 50 artikel dengan minimal 50 sitasi.

h-index (penulis)

Sama tapi untuk penulis individual. Penulis dengan h-index > 20 biasanya senior researcher.

CiteScore Tracker

Real-time CiteScore update. Bagus untuk lihat tren kualitas jurnal apakah naik atau turun.

Strategi pencarian di Scopus

Klik tab "Documents" → masuk ke search interface.

Search field bisa pakai:

  • Article title, Abstract, Keywords: search teks utama
  • Authors: search penulis
  • Source title: search nama jurnal
  • DOI: search jurnal spesifik

Step 2: Pakai operator advanced

"TikTok" AND "purchase decision" AND PUBYEAR > 2019
  • AND, OR, NOT — operator boolean
  • W/n — keyword dalam jarak n kata (misal tiktok W/5 marketing)
  • PUBYEAR > 2019 — filter tahun
  • SRCTITLE("Journal of Marketing") — batasi pada jurnal tertentu

Step 3: Refine results

Setelah search, di sidebar kiri:

  • Year — filter periode
  • Subject area — sesuaikan jurusan
  • Document type — pilih "Article" untuk research articles (bukan reviews atau editorial)
  • Source title — filter jurnal Q1-Q2
  • Open Access — kalau butuh akses gratis

Step 4: Export sitasi

Pilih artikel → klik "Export" → pilih format:

  • RIS untuk Mendeley/Zotero
  • BibTeX untuk LaTeX users
  • CSV untuk analisis bibliometrik

Step 5: Cek dokumen detail

Klik judul artikel:

  • Abstract lengkap
  • Cited by (siapa yang menyitir paper ini)
  • References (daftar pustaka paper)
  • Related documents (paper serupa)

Tips download paper Scopus

Mayoritas paper Scopus berbayar (di luar subscription kampus). Kalau kampusmu nggak subscribe:

1. Cek di publisher

Beberapa paper Scopus juga di-host di publisher (ScienceDirect, Wiley, Springer). Coba akses via situs publisher dengan login kampus.

2. Open Access version

Filter "Open Access" di Scopus. Mayoritas paper terbaru sekarang OA — bisa download langsung.

3. Email penulis

Cara klasik. Cek email penulis di paper, kirim email request. Banyak yang langsung kirim PDF.

4. ResearchGate / Academia.edu

Search di ResearchGate. Banyak penulis upload preprint paper Scopus mereka.

5. Sci-Hub

Etika debatable, tapi banyak peneliti pakai. Risiko: server bisa down sewaktu-waktu.

Kesalahan umum pakai Scopus

  1. Ngandelin Q3-Q4 untuk topik populer — Q1-Q2 banyak tersedia, kenapa pakai yang lebih rendah?
  2. Skip cek Quartile — kamu kira jurnal Scopus = pasti kredibel. Padahal Q4 masih ada di Scopus.
  3. Search bahasa Indonesia di Scopus — mayoritas Scopus berbahasa Inggris. Pakai keyword English.
  4. Ngga pakai filter document type — "Editorial" dan "Letter to Editor" tidak punya bobot research seperti "Article". Filter "Article" only.
  5. Ngga sinkronisasi ke Mendeley — manual capture sitasi → typo. Pakai "Export to Mendeley" langsung.

Strategi balanced untuk skripsi sarjana

Komposisi referensi yang seimbang:

  • 30% jurnal SINTA 1-3 (untuk konteks Indonesia)
  • 40% jurnal Scopus Q1-Q2 (untuk teori dan metode internasional)
  • 20% buku akademik (Kotler, Robbins, Bass — teori klasik)
  • 10% data sekunder (BPS, World Bank, statistik resmi)

Total: 30-40 referensi yang berkualitas tinggi.

Mau Flapjack kasih jurnal Scopus di topikmu?

Chat di WhatsApp. Sebutin topik penelitianmu (English keyword preferred). Flapjack bakal kasih daftar 10-15 jurnal Scopus Q1-Q2 di topikmu, lengkap dengan estimasi quartile dan cara akses.

Lihat juga: cara mencari jurnal di Google Scholar, cara mencari jurnal SINTA, cara pakai Mendeley, atau pillar referensi jurnal.