Metode Penelitian Skripsi: Kuantitatif, Kualitatif, Campuran

Cara Menulis Bab 2 Skripsi (Tinjauan Pustaka)

Cara menyusun landasan teori, kerangka berpikir, dan hipotesis. Plus cara menyitir referensi yang benar.

Bab 2 Tinjauan Pustaka adalah bagian yang membuktikan kamu sudah baca cukup banyak referensi dan paham posisi penelitianmu. Banyak mahasiswa nge-stuck di Bab 2 karena salah paham — Bab 2 bukan rangkuman semua teori yang pernah kamu baca, tapi sintesis terfokus yang menjadi dasar logis penelitianmu.

Komponen Bab 2 standar

Sub-bab umum di Bab 2:

  1. 2.1 Landasan Teori — teori utama yang dipakai
  2. 2.2 Penelitian Terdahulu — review jurnal sebelumnya
  3. 2.3 Kerangka Pemikiran — diagram alur logika penelitian
  4. 2.4 Hipotesis Penelitian (kuantitatif) — H1, H2, H3

Total panjang: 15-25 halaman untuk skripsi sarjana standar.

2.1 Landasan Teori

Tujuan: menjelaskan konsep utama yang dipakai di penelitianmu, plus teori-teori turunannya.

Aturan landasan teori yang efektif

  • Maksimal 3 teori utama — fokus, jangan lebih
  • Setiap teori jelaskan: definisi, pencetus + tahun, konsep inti, indikator/dimensi, relevansi dengan penelitian
  • Hindari teori yang nggak akan kamu pakai — kalau teori X kamu sebut tapi nggak diukur di Bab 4, kenapa ada di Bab 2?

Struktur penjelasan satu teori

  1. Definisi — kutip definisi dari ahli (1-2 kutipan)
  2. Pencetus + sejarah singkat — siapa, kapan, dalam konteks apa
  3. Konsep inti — apa yang membuat teori ini unik
  4. Dimensi atau indikator — kalau teori dipakai sebagai variabel
  5. Relevansi dengan penelitian — kenapa kamu pilih teori ini

Contoh: Teori Transformational Leadership

Kepemimpinan transformasional adalah gaya kepemimpinan yang memotivasi pengikut melampaui kepentingan pribadi untuk mencapai tujuan organisasi (Bass, 1985). Teori ini pertama kali dikemukakan oleh Burns (1978) dan dikembangkan lebih lanjut oleh Bass (1985).

Bass (1985) mengidentifikasi 4 dimensi kepemimpinan transformasional:

  1. Idealized Influence — pemimpin sebagai role model
  2. Inspirational Motivation — memotivasi melalui visi
  3. Intellectual Stimulation — mendorong pemikiran kritis
  4. Individualized Consideration — perhatian individual ke pengikut

Teori ini relevan dengan penelitian karena fenomena Generasi Z di tempat kerja membutuhkan pendekatan kepemimpinan yang lebih partisipatif dibandingkan kepemimpinan transaksional tradisional...

2.2 Penelitian Terdahulu

Review penelitian sebelumnya yang relevan. Tujuan: tunjukkan kamu paham state of the art topikmu, plus identifikasi gap.

Format umum: tabel ringkas

NoPeneliti (Tahun)JudulVariabelMetodeTemuan Utama
1Sari (2022)Pengaruh Konten Instagram...X1: Konten, Y: Minat BeliKuantitatif (Regresi)Konten berpengaruh signifikan
2Pratama (2023)Pengaruh Influencer Marketing...X1: Influencer, Y: KeputusanKuantitatif (SEM)Influencer kredibel meningkatkan trust

Aturan penelitian terdahulu

  • Minimal 5 penelitian untuk skripsi sarjana
  • Diutamakan jurnal 5-10 tahun terakhir (60-80% dari total)
  • Setelah tabel, tulis paragraf perbandingan: persamaan, perbedaan, dan gap
  • Sebutkan jurnal nasional terakreditasi (SINTA 1-3) dan internasional (Scopus)

Setelah tabel: paragraf gap

Berdasarkan penelitian terdahulu, beberapa pola dapat diidentifikasi:

  1. Mayoritas penelitian fokus pada platform Instagram (Sari, 2022; Pratama, 2023)
  2. Belum ada penelitian yang mengkombinasikan TikTok dan live streaming commerce
  3. Sample umumnya konsumen Milenial, sedangkan Gen Z masih jarang diteliti

Gap ini menjadi posisi penelitian saya...

2.3 Kerangka Pemikiran

Bagian visual yang menggambarkan alur logika penelitianmu — variabel apa, pengaruhnya kemana, ada mediasi/moderasi atau tidak.

Format umum: diagram

Diagram dengan kotak-kotak variabel dan panah hubungan. Contoh untuk penelitian dengan mediasi:

[Konten TikTok (X1)] ──┐
                       ├─→ [Brand Trust (M)] ──→ [Keputusan Pembelian (Y)]
[Live Streaming (X2)] ─┘

Aturan kerangka pemikiran

  • Tampilkan semua variabel yang akan diuji
  • Panah jelas: 1 arah untuk pengaruh, dengan label hipotesis (H1, H2, H3)
  • Kerangka harus konsisten dengan rumusan masalah dan hipotesis
  • Buat di Word/PowerPoint, atau lebih rapi di tools seperti diagrams.net

Penjelasan kerangka

Setelah diagram, tulis 2-3 paragraf yang menjelaskan:

  1. Hubungan antar variabel — kenapa X1 mempengaruhi Y, kenapa M memediasi
  2. Justifikasi teoritis — teori mana yang mendukung tiap hubungan
  3. Justifikasi empiris — penelitian terdahulu yang mendukung

2.4 Hipotesis Penelitian (kuantitatif)

Hipotesis = jawaban sementara atas rumusan masalah, berdasarkan teori dan penelitian terdahulu.

Format hipotesis

Setiap hipotesis diawali dengan justifikasi teoritis + empiris, lalu pernyataan H1.

Berdasarkan teori transformational leadership (Bass, 1985) yang menyatakan pemimpin transformasional meningkatkan motivasi pengikut, dan didukung temuan Sari (2022) bahwa kepemimpinan transformasional berpengaruh terhadap kinerja, maka hipotesis pertama:

H1: Kepemimpinan transformasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.

Aturan hipotesis

  • Sejajar dengan rumusan masalah — kalau rumusan masalah 3, hipotesis juga 3
  • Spesifik arah pengaruh: positif/negatif
  • Bisa diuji secara statistik dengan data yang akan dikumpulkan
  • Setiap hipotesis didukung minimal 2 referensi (teoritis + empiris)

Untuk skripsi kualitatif

Kualitatif tidak pakai hipotesis. Yang dipakai: pertanyaan penelitian terbuka atau proposisi awal.

Proposisi: Pengalaman Gen Z dalam pembelian melalui live streaming commerce dipengaruhi oleh persepsi otentisitas konten dan kredibilitas streamer.

5 kesalahan umum di Bab 2

1. Tinjauan pustaka jadi rangkuman semua hal

Bab 2 bukan buku teks. Pilih teori yang akan kamu pakai di Bab 4. Kalau nggak akan diuji, jangan masukin.

2. Penelitian terdahulu cuma ditulis berurutan tanpa sintesis

Penulis A bilang X. Penulis B bilang Y. Penulis C bilang Z. No analysis. Yang dospem mau lihat: persamaan, perbedaan, dan gap.

3. Kerangka pemikiran tidak match dengan rumusan masalah

Rumusan masalah ada 3 variabel, kerangka cuma 2. Logical inconsistency yang langsung dipertanyakan.

4. Hipotesis tanpa justifikasi

"H1: X berpengaruh terhadap Y" — tanpa alasan kenapa kamu prediksi begitu. Hipotesis harus didukung teori + penelitian terdahulu.

5. Pakai referensi terlalu lama

Buku 1990-an + jurnal 2010-an = data lama. Pakai mayoritas referensi 5-10 tahun terakhir, kecuali untuk teori klasik (Bass 1985, Mintzberg 1973, dst).

Tips manage referensi sejak Bab 2

Pakai Mendeley atau Zotero sejak nulis Bab 2. Jangan tunggu Bab 5 baru rapihin daftar pustaka — pasti ada error format dan kutipan yang missed.

→ Detail: cara pakai Mendeley untuk skripsi dan cara mencari referensi jurnal.

Mau Flapjack bantu sintesis tinjauan pustaka?

Chat di WhatsApp. Kirim 5-10 jurnal yang sudah kamu baca. Flapjack bakal bantu identifikasi pola, perbedaan, dan gap — kamu yang putusin angle akhir.

Lihat juga: cara menulis Bab 1, cara menulis Bab 3, atau pillar metode penelitian.