Masukkan jumlah populasi untuk lihat hasil.
Apa itu rumus Slovin?
Rumus Slovin adalah rumus paling umum dipakai mahasiswa untuk hitung sample size dengan asumsi populasi terbatas (finite). Dikembangkan tahun 1960-an, sederhana, dan masih jadi standar di skripsi sarjana Indonesia.
Kapan pakai rumus Slovin
- Populasi finite (jumlahnya bisa dihitung)
- Penelitian deskriptif atau survei sederhana
- Mahasiswa S1 yang nggak butuh power analysis kompleks
Kapan TIDAK pakai rumus Slovin
- Populasi infinite atau sangat besar (gunakan rumus Cochran)
- Penelitian eksperimen — pakai aturan minimum 15-30 per kelompok
- Penelitian SEM — minimum 200, ikuti rule of thumb
- Penelitian kualitatif — sampai data jenuh, tidak pakai rumus
Margin error: 5% vs 10% — pilih mana?
Margin error adalah toleransi error yang kamu terima dalam hasil. Lebih kecil = sample lebih besar = penelitian lebih akurat tapi lebih mahal.
- 5% — sangat ketat, butuh sample besar. Cocok untuk penelitian kebijakan publik atau industri yang butuh akurasi tinggi.
- 10% — standar untuk skripsi sarjana. Trade-off antara akurasi dan feasibility.
- 15% — terlalu longgar untuk publikasi formal, tapi acceptable untuk studi eksploratori atau pilot test.
Cara justifikasi sample size di Bab 3
Cantumkan rumus + perhitungan + alasan margin error di sub-bab Populasi & Sampel:
"Penentuan jumlah sampel menggunakan rumus Slovin (Sevilla et al., 1960) dengan margin error 10%. Berdasarkan populasi sebesar [N] mahasiswa, didapatkan sampel minimum sebesar [n] responden..."
→ Detail metode + contoh: teknik sampling skripsi dan cara menulis Bab 3 metodologi.
Kalkulator alternatif untuk power analysis
Untuk justifikasi yang lebih ilmiah (terutama buat dospem yang strict), pakai G*Power — software gratis untuk power analysis. Input: effect size, alpha (0.05), power (0.8), jumlah variabel → dapat sample minimum.