Aturan dasar daftar pustaka APA 7
- Diurutkan abjad berdasarkan nama belakang penulis pertama.
- Format penulis: Nama Belakang, Inisial. Contoh: Rosita, R.
- Tahun terbit di dalam kurung setelah nama penulis.
- Judul artikel memakai huruf kapital di awal kalimat saja; nama jurnal dan judul buku dicetak miring.
- Cantumkan DOI dalam bentuk tautan https://doi.org/… bila ada.
- Baris kedua dan seterusnya menjorok ke dalam (hanging indent) 1,27 cm.
Contoh penulisan
- Jurnal: Rosita, R. (2020). Pengaruh pandemi COVID-19 terhadap UMKM di Indonesia. Jurnal Lentera Bisnis, 9(2). https://doi.org/10.34127/jrlab.v9i2.380
- Buku: Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
- Situs web (pola): Nama Penulis atau Lembaga. (Tahun, tanggal Bulan). Judul halaman. Nama Situs. URL
Kesalahan yang paling sering
- Sumber di daftar pustaka tidak pernah dikutip di dalam teks, atau sebaliknya.
- Mencampur gaya (APA di satu entri, IEEE di entri lain).
- Mengutip blog atau situs tanpa penulis dan tanggal sebagai sumber utama.
- Mencantumkan jurnal yang tidak bisa ditemukan; gunakan DOI supaya dosen bisa mengecek.
Pertanyaan yang sering muncul
Dari mana data jurnalnya?
Dari Crossref, basis data resmi pemberi DOI. Kalau DOI-nya benar, judul, penulis, tahun, dan nama jurnal terisi otomatis.
Bisa format selain APA 7?
Saat ini APA 7, gaya yang paling umum dipakai di kampus Indonesia. Bedanya dengan IEEE ada di artikel kami tentang APA 7 vs IEEE.
Daftar pustakanya tersimpan?
Tersimpan di browser kamu saja (bisa dihapus kapan pun), tidak di server kami.