Tips nulis · 6 menit baca
Cara Review Jurnal: Struktur, Bedanya dengan Resume, dan Contohnya
Review jurnal bukan sekadar meringkas. Ini struktur review jurnal, bedanya dengan resume jurnal, cara menilai kelebihan dan kekurangan, plus contohnya.
Tugas review jurnal meminta kamu membaca satu artikel ilmiah lalu menilainya. Bedanya dengan resume jurnal: resume hanya meringkas isi, sedangkan review meringkas dan memberi penilaian, yaitu kelebihan, kekurangan, dan kesimpulanmu tentang artikel itu.
Struktur review jurnal
- Identitas jurnal: judul artikel, penulis, nama jurnal, volume dan nomor, tahun, halaman, DOI.
- Pendahuluan: latar belakang dan tujuan penelitian menurut penulis artikel.
- Metode: jenis penelitian, sampel atau subjek, teknik pengumpulan dan analisis data.
- Hasil dan pembahasan: temuan utama.
- Kelebihan artikel.
- Kekurangan artikel.
- Kesimpulan reviewer: pendapatmu tentang kontribusi artikel dan untuk siapa artikel itu berguna.
Cara menilai kelebihan dan kekurangan
Gunakan pertanyaan berikut supaya penilaianmu tidak sekadar "bahasanya mudah dipahami":
- Apakah tujuan penelitian dinyatakan dengan jelas?
- Apakah metode sesuai dengan tujuan? Apakah jumlah sampel memadai?
- Apakah hasil didukung data yang ditampilkan (tabel, grafik, uji statistik)?
- Apakah pembahasan membandingkan hasil dengan penelitian lain?
- Apakah referensinya mutakhir dan relevan?
- Apakah keterbatasan penelitian disebutkan oleh penulis?
Contoh review jurnal singkat
Identitas: LeCun, Y., Bengio, Y., & Hinton, G. (2015). Deep learning. Nature, 521(7553), 436–444. https://doi.org/10.1038/nature14539
Ringkasan: Artikel ini adalah tinjauan (review article), bukan laporan penelitian eksperimen. Penulis menjelaskan deep learning sebagai metode pembelajaran representasi bertingkat, di mana setiap lapisan jaringan saraf mengubah data mentah menjadi representasi yang makin abstrak. Pembahasannya mencakup pelatihan dengan backpropagation, jaringan konvolusional (convolutional neural network) untuk gambar, dan jaringan rekuren seperti LSTM untuk data berurutan seperti teks dan suara. Di bagian akhir, penulis memperkirakan bahwa pembelajaran tanpa label (unsupervised learning) akan makin penting.
Kelebihan: Ditulis oleh tiga peneliti utama di bidangnya, sehingga memberi gambaran yang otoritatif. Penjelasannya runtut dari konsep dasar ke arsitektur yang lebih kompleks, dilengkapi ilustrasi.
Kekurangan: Sebagai artikel tinjauan, artikel ini tidak menyajikan data eksperimen baru. Karena terbit tahun 2015, perkembangan sesudahnya, seperti arsitektur transformer, belum dibahas.
Kesimpulan reviewer: Artikel ini cocok sebagai bacaan pengantar bagi mahasiswa yang ingin memahami dasar deep learning sebelum membaca penelitian yang lebih baru.
Tips mengerjakan tugas review jurnal
- Pilih artikel dari jurnal yang jelas (punya ISSN atau DOI). Untuk jurnal Indonesia, cek di SINTA atau Garuda.
- Baca abstrak dan kesimpulan dulu, baru metode dan hasil.
- Tulis dengan kalimatmu sendiri. Kutipan langsung secukupnya dan selalu diberi sitasi.
- Pastikan identitas jurnal persis sama dengan artikel aslinya.
Baca juga
Mau langsung punya draf yang rapi? Flapjack menyusun draf lengkap dengan referensi jurnal asli dalam 2 menit.
Bikin resume jurnalTips lainnya
- Cara Membuat Makalah yang Baik dan Benar: Struktur, Format, dan Langkahnya
- Cara Menulis Latar Belakang Makalah (Plus Contoh dan Polanya)
- Rumusan Masalah Makalah: Cara Membuat, Jumlah Ideal, dan Contohnya
- Penutup Makalah: Cara Menulis Kesimpulan dan Saran (Plus Contoh)
- Cara Membuat Daftar Pustaka yang Benar (APA 7): Jurnal, Buku, Web, dan di Word
- Contoh Laporan PKL Mahasiswa: Struktur Lengkap dan Isi Tiap Bab
- Format Laporan Praktikum yang Benar dan Contoh Isinya
- Cara Menulis Pembahasan Laporan Praktikum yang Nggak Cuma Mengulang Data
- Bedanya APA 7 dan IEEE, dan Kapan Dosen Biasanya Minta yang Mana
- Checklist Sebelum Kumpul Makalah: 7 Hal yang Sering Dicoret Dosen